Archive

Posts Tagged ‘ganti nama’

Labtek Berganti Nama

March 1, 2009 Leave a comment

Perubahan status ITB menjadi Badan Hukum Milik Negara (BHMN) membawa banyak konsekuensi. Salah satunya yaitu subsidi dana pendidikan dari pemerintah dipandang tidak lagi mencukupi oleh rektorat. Guna menyeimbangkan neraca keuangannya, ITB harus mencari dana sendiri. Pencarian dan pengelolaan dana kemudian dilakukan oleh tiga satuan utama yaitu Satuan Akademik, Satuan Usaha Komersial (SUK) dan Satuan Kekayaan dan Dana (SKD). Satuan Akademik berfungsi mengelola keuangan, sumberdaya insani, dan sarana – prasarana, serta perencanaan untuk meningkatkan efisiensi dan koordinasi dalam bidang sumberdaya. Satuan Usaha Komersial berfungsi untuk mengelola usaha komersial ITB. Sedangkan Satuan Kekayaan dan Dana bertugas mengelola dana donasi dari alumni, pemerintah atau masyarakat. Program cinta ITB menjadi salah satu solusi yang dibuat oleh SKD untuk mengatasi persoalan keuangan tersebut. Dimulai pada tahun 2006 dengan alumni sebagai sasaran utama. Pemenuhan dana operasional akademik ITB menjadi tujuannya. Program ini berbentuk Dana Lestari yang juga telah diterapkan pada beberapa perguruan tinggi di luar negeri. Harvard University telah menerapkannya sejak tahun 1920 dan berhasil mengumpulkan dana sebesar 29.2 miliar dolar pada tahun 2006. Konsep Dana Lestari ITB tidak jauh berbeda dengan universitas-universitas kelas dunia. Dana pokok yang terkumpul dari donasi tidak digunakan secara langsung untuk operasional, namun diinvestasikan dalam bentuk deposito, saham atau surat hutang negara. Hasil investasi ini yang digunakan untuk operasional ITB dan SKD sendiri. Total investasi ITB pada tahun 2006 sebesar 850 juta rupiah dan meningkat menjadi 1.15 miliar rupiah setahun berikutnya. Pengggalangan dana Cinta ITB dilakukan terutama pada temu alumni. Namun pada penggalangan dana yang terakhir kali dilakukan, tidak hanya uang yang didapat melainkan juga perubahan nama pada beberapa gedung di ITB. Pada 27 September 2008 di Graha Niaga Jakarta, penggalangan Dana Lestari dan dies emas 50 tahun ITB diadakan. Acara ini dihadiri oleh para alumni dan dibuka oleh Hatta Radjasa selaku ketua Ikatan Alumni (IA). Awalnya,penggalangan dana hanya bertujuan untuk pembiayaan dies emas 50 tahun ITB. Namun, dengan difasilitasi Hatta Radjasa, rektorat ITB dan SKD berhasil mengumpulkan dana abadi dengan jumlah miliaran rupiah. “Kebetulan tahun 2009 ada Dies Natalis ITB, nah kita manfaatkan momentum tersebut.” Ujar Yoes Avianto, Direktur Eksekutif SKD. 4 alumni mengucurkan dana yang cukup besar malam itu. Sebagai bentuk penghargaan, nama empat laboratorium teknik (labtek) akan diganti dengan nama sesuai keinginan mereka; Aburizal Bakrie, Arifin Panigoro, Benny Subianto dan T.P Rachmat. Ide memberikan penghargaan berupa nama di laboratium teknik ITB berasal dari SKD sendiri. “Kebetulan juga, rektorat mempunyai ide yang sama. Jadi kita coba realisasikan.” Penjelasan Yoes. Penghargaan berupa nama itu diberikan sebagai umpan balik yang sesuai dengan besar donasi untuk Dana Lestari. Menurut deputi Arifin Panigoro, sumbangan yang tidak besar tidak diberi penghargaan seperti itu. Empat labtek yang akan diganti namanya adalah labtek 5 (FT dan KL), 6 (IF) , 7 (FA) dan 8 (EL). Labtek 5 berganti nama menjadi Benny Subianto.Labtek 6 akan diganti dengan nama T.P Rachmat. Labtek 7 untuk nama Arifin Panigoro dan labtek 8 akan dinamai ayah Aburizal Bakrie, Achmad Bakrie.

referensi :http://boulevarditb.org

Categories: kuliah Tags: , , ,
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.